Wisuda STKIP Arrahmaniyah ke 19

Wisuda S1 dan S2 STKIP Arrahmaniyah

Cetak Guru dan Dosen Berkualitas, Majukan Dunia Pendidikan

Wisuda STKIP Tahun 2017 (www.swarapendidikan.co.id)

Sebanyak 545 orang wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Arrahmaniyah mengikuti prosesi wisuda Program Strata 1 dan Strata 2, di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Beji, Sabtu (23/12).

Ketua STKIP Arrahmaniyah Dr. H. Memed Karmedi, MM menyampaikan Wisuda Program Strata Satu Sarjana Pendidikan diikuti Angkatan ke-19 dan Program Magister Pendidikan Strata Dua Angkatan ke-2.

“Total 545 orang wisudawan dan wisudawati yang mengikuti wisuda dengan rincian PPKn S1 sebanyak 139 orang, Pendidikan Biologi 125 orang, Prodi PGSD 152 orang, dan Magister PPKn Strata Dua 129 orang,” ungkap Memed.

Keberadaan STKIP Arrahmaniyah Depok yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi berbasis kependidikan yang berada di wilayah Kota Depok senantiasa terus mengimplementasikan tatanan kekhasan kompetensi kekaryaan melalui perubahan-perubahan yang selaras dengan dinamika kependidikan secara profesional.

Seiring dengan waktu perjalanannya, STKIP Arrahmaniyah Depok yang berdiri sejak 1998 sampai dengan sekarang telah mencetak dan meluluskan sarjana-sarjana pendidikan untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya bidang pendidikan. Dan kini, alhamdulillah untuk tahun kedua STKIP Arrahmaniyah Depok telah meluluskan progran Magister Pendidikan pada Prodi PPKn.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Arrahmaniyah, KH. Abudin Somad, S.Pd.I mengutarakan sejak berdiri STKIP Arrahmaniyah tetap eksis dalam mengemban amanah untuk membentuk kader-kader pendidik umat.

“STKIP Arrahmaniyah berkhidmat pada negara, bangsa, dan umat melahirkan guru-guru pendidikan. Mudah-mudahan karunia ini bermanfaat untuk umat. Tentunya kami mohon didoakan agar selalu istiqomah mengemban amanah yang mulia ini. Kami juga terus berusaha berbenah dan mengembangkan diri secara maksimal,” tuturnya.

Diutarakannya, terkait wisuda Strata Dua yang merupakan wisuda kedua bagi STKIP Arrahmaniyah, tentu saja merupakan prestasi awal dari pengembangan STKIP Arrahmaniyah. Diharapkan dengan wisuda ini akan lahir dosen yang baik, yang mampu menciptakan manusia-manusia yang akan memberikan kemaslahatan umat. Sedangkan untuk Angkatan ke-19 Strata Satu diharapkan bisa menjadi guru yang mampu mencetak umat yang berakhlakul karimah.

Pada intinya, katanya lagi, pendidikan adalah perubahan sikap, mental, moral, dan karakter. Dari yang kurang baik menjadi baik, dari yang kurang terpuji menjadi terpuji. Namun jika melihat kondisi sekarang ini, banyak terjadi gejolak sosial. Ini merupakan pertanda untuk berpikir kembali.

“Ada apa gerangan yang salah dengan kita? Anak-anak kita melakukan kenakalan anak, korupsi merajalela, dan narkoba semakin membahana. Apakah itu tujuan pendidikan yang kita harapkan? Karena itu, stakeholder, pemimpin umat, tokoh masyarakat, dan semua pihak harus bertanggung jawab akan hal ini, jika tujuan pendidikan adalah perubahan sikap dan moral yang baik. Sebab kalau semakin dibiarkan, bangsa akan semakin rusak,” paparnya.

Karena itu, dirinya berharap seluruh wisudawan dan wisudawati tetap memiliki suri tauladan yang baik, yakni Nabi Muhammad saw. Suri tauladan tersebut harus ditiru dan diterapkan oleh diri sendiri serta ditanamkan kepada para peserta didik.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Drs. Mohamad Thamrin,S.Sos.,MM, mengatakan momentum wisuda ini merupakan titik awal perjalanan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Namun hendaknya, para wisudawan dan wisudawati tetap merasakan haus akan ilmu, keterampilan, dan pengalaman. Karena itu, para alumni STKIP Arrahmaniyah Depok diminta untuk terus belajar, memperbanyak membaca, dan meningkatkan keterampilan, serta banyak belajar dari pengalaman.

“Sebagai kampus yang berbasis keguruan, alumni STKIP Arrahmaniyah harus memiliki semangat memajukan pendidikan dan penguatan karakter bangsa yang berbasis pada kekuatan moral dan intelektual. Ilmu yang telah didapat harus berbuah kontribusi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sedangkan perwakilan dari Kopertis memberikan beberapa pesan untuk para wisudawan. Pesan pertama jadilah orang yang luar biasa, bukan yang biasa. Orang yang luar biasa merasa ilmunya tidak seberapa dan belum apa apa, sementara orang yg biasa merasa ilmunya sudah luar biasa. Orang yang luar biasa tidak merasa berilmu maka tidak ada kesombongan, senantiasa menggunakan hati dan logikanya dalam berbicara, berpendapat. Pesan selanjutnya mengenai karakter seorang Guru yang harus mampu untuk digugu dan ditiru, menjaga ucapan dan perilaku. Jadilah guru yang dirindukan oleh anak didiknya, bukan yang dinantikan ketidakhadiranya. Tabungan guru ada dua, tabungan dunia itu tidak seberapa, sedangkan tabungan akhirat yang luar biasa dan yang mampu menyelamatkan dunia akhirat. Seorang guru jangan merampok hak anak didik, artinya jangan gunakan metode yagg kita terima pada masa lalu. Kita tidak bisa menghindar dari kemajuan teknologi. Seorang guru harus mampu berinteraksi dengan teknologi. Seorang guru harus mampu menjadi motivator dan kolaborator bagi siswanya. Gelar yang melekat harus mampu dipertanggungjawabkan secara nyata sehingga bisa bermanfaat. Sebagai alumni harus mampu menjaga dan mengembangkan STKIP Arrahmaniyah dan sampaikan kabar gembira kepada saudara dan kerabat. Jadilah anda contoh teladan karena anda adalah ilmuwan.